1. HPP (harga pokok penjualan)
HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih – Persediaan akhir
(Pembelian bersih: Pembelian + B. Angkut Pembelian – Retur pembelian- Pot pembelian)
atau HPP= Persediaan awal + Pembelian + B.angkut pembelian – Retur pembelian- Pot pembelian – Persediaan akhir
2. Laba Kotor = Penjualan bersih – HPP
(Penjualan bersih = Penjualan – Retur penjualan – Pot penjualan)
3. Laba bersih setelah pajak= Penjualan bersih + pendaapatan -HPP – beban-beban- pajak
4. Laba sebelum pajak = Penjualan bersih + pendaapatan -HPP – beban-beban
5. Modal akhir : Modal awal + laba bersih (laba setelah pajak) – Prive
Laba bersih (dalam perusahaan jasa) = Pendapatan – beban-beban -pajak
Laba bersih (dalam perusahaan dagang) : Penjualan bersih + pendaapatan -HPP – beban-beban- pajak
6. Modal (dalam neraca) = Harta/aktiva – Utang/kewajiban
Aktiva lancar: Kas, piutang dagang, surat berharga, wesel tagih, persediaan, perlengkapan, beban dibayar di muka
Aktiva tetap: Tanah, kendaraan, mesin, peralatan, gedung dan akumulasi penyusutan
Akumulasi penyusutan sifatnya (-)
Aktiva tidak berwujud : goodwill, hak merek, hak royalty, frenchise dll
Aktiva lain-lain: Tanah namun tidak dipakai perusahaan, gedung yang sedang dikerjakan/dibangun
Utang lancar: utang dagang, wesel bayar, pendapatan diterima di muka, utang gaji, utang pajak dll
Utang jk panjang: Utang bank, utang hipotik, utang obligasi
Jhon SS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar